Saterdag 02 November 2013

GADIS BERKACA MATA

*Oleh : Yudha
**Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN SUKA

            Mentari bersinar cerah, teriknya lumayan tak panas, tak sepanas terik dimusim kemarau, yang membuat tanah kekeringan dan debu bertebaran disepanjang jalan, mengepul bagai debu dari letusan gunung berapi.
            Waktu berjalan begitu cepat, tak tersadari kini aku mulai beranjak semakin dewasa, meninggalkan umur tujuh belas tahun. Meninggalkan sejuta kenangan pondok yang terus menimbulkan kerinduan. Kini masa SMA telah berlalu dan masa kampus telah menanti dan melambai-lambai didepan mata. Dan kini aku harus pergi meninggalkan perkarangan rumah menuju daerah yang tak pernah kujemahi didalam hidupku.
            Begitu berat rasa hati meninggalkan bunda, jauh melangkah meninggalkannya. Hingga dua pulau membentang menjadi penghalang dengan tanah kelahiran. Tanah yang ku anggap sebagai tanah surga, dengan keindahan alam, pesisir pantai nan indah dari semenanjuk selong sampai kute[1]. Ditambah dengan udara nan segar, dari pohon-pohon yang berdiri kokoh dan lebat.

surat dari hatiku untuk kekasihku, yang aku cintai karena Allah

*Oleh : Husriatun Putri
**Jurusan TI STTA Yogyakarta


 Mungkin engkau sering bertanya-tanya dalam hati atau mungkin
 meneka-neka mengenai perasaanku kepada dirimu untuk saat ini.
 Inilah jawaban atas pertanyaanmu itu Kekasihku yang aku cintai karena Allah
 Andaikan engkau tahu seandainya memandang mu tidaklah dosa,
maka aku akan terus memandang mu.. Andaikan rindu ini adalah halal,
maka aku akan menghubungimu hingga berjam-jam dan meminta
 mu untuk datang menemuiku. Andaikan di saat engkau memegang
 tanganku, memelukku, dan menciumku ini adalah halal bagi
 kita berdua, Maka akulah orang yang paling  bahagia. Tetapi ketika kau memegang
 tanganku dan memelukku dalam hati ku bercampur baur antara
 bahagia dan takut akan dosa, Andaikan aku bukan orang yang
 paham akan hukum Allah, maka akulah orang yang ingin
 selalu engkau sentuh dan engkau peluk.Tapi aku sudah tahu