Saterdag 02 November 2013

surat dari hatiku untuk kekasihku, yang aku cintai karena Allah

*Oleh : Husriatun Putri
**Jurusan TI STTA Yogyakarta


 Mungkin engkau sering bertanya-tanya dalam hati atau mungkin
 meneka-neka mengenai perasaanku kepada dirimu untuk saat ini.
 Inilah jawaban atas pertanyaanmu itu Kekasihku yang aku cintai karena Allah
 Andaikan engkau tahu seandainya memandang mu tidaklah dosa,
maka aku akan terus memandang mu.. Andaikan rindu ini adalah halal,
maka aku akan menghubungimu hingga berjam-jam dan meminta
 mu untuk datang menemuiku. Andaikan di saat engkau memegang
 tanganku, memelukku, dan menciumku ini adalah halal bagi
 kita berdua, Maka akulah orang yang paling  bahagia. Tetapi ketika kau memegang
 tanganku dan memelukku dalam hati ku bercampur baur antara
 bahagia dan takut akan dosa, Andaikan aku bukan orang yang
 paham akan hukum Allah, maka akulah orang yang ingin
 selalu engkau sentuh dan engkau peluk.Tapi aku sudah tahu


 Apakah engkau tahu setiap hari, setiap menit aku ingat padamu dan
 berharap engkau menghubungiku. Tapi yang aku bisa hanya menatap
 wajahmu dari sebuah foto yang terpajang dalam jejaring sosial.
 Mungkin engkau menganggapku kolot, tapi aku mengetahui satu
 hal :
 ”Melepaskan pandangan kepada yang haram akan mengakibatkan kecemasan, kesedihan dan luka di  hati.
Mungkin engkau merasa aku bukanlah orang yang romantis,aku
 tidak perhatian dan kau tidak pernah aku perdulikan.

Tapi apakah engkau tahu di dalam hati kecilku….
 engkaulah orang pertama yang paling ingin aku beritahu tentang  semua kegiatan yang kulakukan.
 Tapi rasa maluku selalu mengurungkan niatku untuk menyapamu terlebih dahulu.
 Seringku perhatikan kau juga begitu,terlalu lama membalas
 pesan singkatku dan tak pernah menghubungiku lagi.Aku selalu
 bertanya-tanya dalam hatiku
 Adakah aku dihatimu.?"
 ketika aku sakit,
 Tahukah kamu aku ingin sekali engkau datang dan menghawatirkan aku.
 Malam itu engkau tak mengirimiku satu pesan.Tahukah kau, bahwa saat itu aku
 ingin sekali mendengar suaramu. atau jika harapanku berlebihan, kau
 bisa menggantinya dengan sebuah pesan singkat saja.
 Berkali-kali aku mencuba
 memberanikan diri mengirimimu  pesan. Ketika aku mengetik sebuah
 kata kemudian aku menghapusnya dan terjadi berulang-ulang.
 bagaimana dengan  hubungan kita yang berjauhan? kita tak akan bersentuhan bukan,
 pertanyaan itu sering terlintas dipikiranku namun segera  kutepis.Bukankah aku tak
 mengetahui isi hatimu..
 engkau datang memberikan aku kebahagiaan dan sekaligus memberikan aku sebuah kecemasan.

 Oleh karena itu aku menuliskan surat ini untuk mu kekasihku…….
 Dan inilah yang ku rasakan Untuk kekasihku mungkin aku tidak
 tahu seberapa besar cintamu kepadaku dan apakah aku lah
 seorang yang berada di hatimu. Tetapi aku sangat tahu bahwa aku cinta padamu, aku rindu padamu, dan untuk saat ini engkaulah  seorang yang berada di hatiku.

 Aku berterima kasih kepada Allah  telah mempertemukan kita berdua.
 Dan aku berterima kasih kepadamu sudah menjadi sebahagian yang menempati ruang kosong di  hatiku.Semoga Allah merahmati kita berdua.

 Dan apabila kau tidak bisa bersabar untuk menungguku,mungkin itulah
 jalan terbaik yang diberikan oleh Allah sehingga kita berdua akan  menemukan pasangan yang terbaik untuk kita.

 Semoga Allah mengganti kecemasan dan kekecewaan ini dengan sesuatu
 yang dapat menenangkan di  kemudian hari. Aamiin

 Inilah surat dari hatiku untuk
 kekasihku yang aku cintai karena

 Allah..

*Sosok Penuh Inspirasi

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking