*Oleh : Husriatun Putri
**Jurusan TI STTA Yogyakarta
Mungkin engkau sering
bertanya-tanya dalam hati atau mungkin
meneka-neka mengenai perasaanku
kepada dirimu untuk saat ini.
Inilah jawaban atas pertanyaanmu
itu Kekasihku yang aku cintai karena Allah
Andaikan engkau tahu seandainya
memandang mu tidaklah dosa,
maka aku akan terus memandang mu.. Andaikan rindu ini adalah halal,
maka aku akan menghubungimu hingga berjam-jam dan meminta
mu untuk datang menemuiku.
Andaikan di saat engkau memegang
tanganku, memelukku, dan
menciumku ini adalah halal bagi
kita berdua, Maka akulah orang
yang paling bahagia. Tetapi ketika kau
memegang
tanganku dan memelukku dalam
hati ku bercampur baur antara
bahagia dan takut akan dosa,
Andaikan aku bukan orang yang
paham akan hukum Allah, maka
akulah orang yang ingin
selalu engkau sentuh dan engkau
peluk.Tapi aku sudah tahu
Apakah engkau tahu setiap hari,
setiap menit aku ingat padamu dan
berharap engkau menghubungiku.
Tapi yang aku bisa hanya menatap
wajahmu dari sebuah foto yang
terpajang dalam jejaring sosial.
Mungkin engkau menganggapku
kolot, tapi aku mengetahui satu
hal :
”Melepaskan pandangan kepada
yang haram akan mengakibatkan kecemasan, kesedihan dan luka di hati.
Mungkin engkau merasa aku bukanlah orang yang romantis,aku
tidak perhatian dan kau tidak
pernah aku perdulikan.
Tapi apakah engkau tahu di dalam hati kecilku….
engkaulah orang pertama yang
paling ingin aku beritahu tentang semua
kegiatan yang kulakukan.
Tapi rasa maluku selalu
mengurungkan niatku untuk menyapamu terlebih dahulu.
Seringku perhatikan kau juga
begitu,terlalu lama membalas
pesan singkatku dan tak pernah
menghubungiku lagi.Aku selalu
bertanya-tanya dalam hatiku
Adakah aku dihatimu.?"
ketika aku sakit,
Tahukah kamu aku ingin sekali
engkau datang dan menghawatirkan aku.
Malam itu engkau tak mengirimiku
satu pesan.Tahukah kau, bahwa saat itu aku
ingin sekali mendengar suaramu.
atau jika harapanku berlebihan, kau
bisa menggantinya dengan sebuah
pesan singkat saja.
Berkali-kali aku mencuba
memberanikan diri
mengirimimu pesan. Ketika aku mengetik
sebuah
kata kemudian aku menghapusnya
dan terjadi berulang-ulang.
bagaimana dengan hubungan kita yang berjauhan? kita tak akan
bersentuhan bukan,
pertanyaan itu sering terlintas
dipikiranku namun segera
kutepis.Bukankah aku tak
mengetahui isi hatimu..
engkau datang memberikan aku kebahagiaan
dan sekaligus memberikan aku sebuah kecemasan.
Oleh karena itu aku menuliskan surat
ini untuk mu kekasihku…….
Dan inilah yang ku rasakan Untuk
kekasihku mungkin aku tidak
tahu seberapa besar cintamu
kepadaku dan apakah aku lah
seorang yang berada di hatimu. Tetapi
aku sangat tahu bahwa aku cinta padamu, aku rindu padamu, dan untuk saat ini
engkaulah seorang yang berada di hatiku.
Aku berterima kasih kepada Allah
telah mempertemukan kita berdua.
Dan aku berterima kasih kepadamu
sudah menjadi sebahagian yang menempati ruang kosong di hatiku.Semoga Allah merahmati kita berdua.
Dan apabila kau tidak bisa
bersabar untuk menungguku,mungkin itulah
jalan terbaik yang diberikan
oleh Allah sehingga kita berdua akan menemukan pasangan yang terbaik untuk kita.
Semoga Allah mengganti kecemasan
dan kekecewaan ini dengan sesuatu
yang dapat menenangkan di kemudian hari. Aamiin
Inilah surat dari hatiku untuk
kekasihku yang aku cintai karena
Allah..
*Sosok Penuh Inspirasi

Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking