Sebelum kita masuk pada pembahasan pokok, terlebih dahulu penulis sedikit akan memaparkan mengenai “apa itu sejarah?, dan mengapa kita harus belajar sejarah?”Secara gamblang, kalau kita mendifinisikan sejarah sangatlah mudah, namun sebagai sejerawan, kita harus mampu memberikan difinisi yang sesuai dengan suatu pakta dan sumber yang jelas, oleh karena itu, menurut kamus besar bahasa Indonesia “bahwa pengertian sejarah:
• Yang pertama sejarah adalah silsilah atau asal usul keturunan
• Kedua sejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lalu atau bisa disebut sebagai sebuah riwayat. Oleh karena itu , kalau kita membicarakan tentang masalah apa itu ilmu sejrah? maka kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa ilmu sejarah adalah pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Namun disisi lain menurut beberapa pakar sejarah memberikan difinisi yang beragam mengenai sejarah seperti:
- Sartono mengatakan bahwa, sejarah itu adalah masa lalu kehidupa manusia
- Muh.yamin mengatakan bahwa, sejarah merupakan suatu ilmu pengetahuan yang dibukukan
- Muh ali mendifinisika sejarah itu adalah kejadian atau peristiwa seluruhnya yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
Kalau kita perhatikan difinisi diatas, sebenarnya akan memiliki makna yang sama yaitu tentang kejadian masa lampau. Sekarang penulis akan memberikan sebuah ganbaran tentang” mengapa kita harus mempelajari sejarah? Dalam makalahnya dosen pengampu saya yaitu bapak riswinarno saya menemukan bahwa pentingnya mempelajari sejarah adalah sebagai berikut:
- manusia itu tidak terlepas dari masa lalu
- manusia harus melihat kemajuan – kemajuan yang telah dicapai pada masa lalu untuk memacu perkembangan masa depan
- bagi masyarakat, mempelajari sejarah dapat digunakan sebagai acuan dalam berkarya.
Selanjutnya, penulis akan masuk pada pokok pembahasan inti, sesuai dengan tema sebagai berikut:
Proses Islamisasi Daerah Lombok Dalam Perspektif Historis
Sebelum datangnya pengaruh asing di Lombok, bada merupakan kepercayaan asli orang sasak . orang sasak pada waktu itu, yang menganut kepercayaan ini disebut sebagai sasak boda. kendati demkian agama ini tidaklah sama dengan budhisme karena ia tidak mengakui Sidarta gautama atau sang budha sebagai figur utama pemujaannya maupun sebagai terhadap ajaran pencerahannya. Agama boda dari orang sasak asli terutama ditandai oleh ajaran animisme dan panteisme. pemujaan dan penyembahan roh-roh leluhur dan berbagai dewa lokal lainya merupakan fokus utama dari praktek keagamaan sasak boda.
komversi orang sasak ke dalam islam sangat berkaitan erat dengan kenyataan adanya penaklukan dari kekuatan luar. berbagai kekuatan asing yang menaklukan lombok selama berabad abad. sangat menentukan cara orang sasak menyerap pengaruh pengaruh luar tersebut.
Orang jawa, makasar, bugis, bali, belanda, dan jepang berhasil menguasai Lombok lebih kurang satu milinium. kerajaan hindu – majapahit dari jawa timur masuk ke lombok pada abad ke-7 dan memperkenalkan hindu budhisme kekalangan orang sasak. setelah dinasti majapahit jatuh, agama islam dibawa untuk pertama kalinya oleh para raja jawa muslim pada abad ke-13 kekalahan orang sasak Lombok dari barat laut. islam segera menyatu dengan sufisme jawa yang penuh dengan mistikisme orang – orang makasar tiba di Lombok timur pada abad ke-16 dan menguasai selaparang, kerajaan orang sasak asli. dibandingkan dengan orang jawa, orang makasar lebih berhasil mendakwahkan islam sunni.mereka berhasil mengkonversikan hampir seluruh orang sasak kedalam islam, meskipun kebanyakan mereka mencampurkan islam dengan kepercayaan lokal yang non islami.
Kerajaan Bali dari karang asem menduduki daerah Lombok barat sekitar abad ke-17, dan kemudian mengkosolidasikan kekuasaanya terhadap seluruh Lombok, setelah mengalahkan kerajaan makasar pada tahun 1740. pemerintahan bali memperlihatkan kearifan dan toleransi yang besar terhadap orang sasak dengan membiarkan mereka mengikuti agama mereka sendiri. kendati demikian, dibawah pemerintahan kerajaan bali yang pagan, kalangan bangsawan sasak yang telah terislamisasi dan para pemimpin lainnya, seperti tuan guru, merasa tertekan dan bergabung bersama sama untuk memimpin banyak pemberontakan kecil melawan bali, kendati tidak berhasil. kekalahan ini mendorong beberapa bangsawan sasak meminta campur tangan meliter belanda untuk mengusir kerajaan bali.permintaan mereka itu memberikan memberikan peluang belanda masuk ke Lombok untuk memerangi dinasti bali. ketika akhirnya belanda berhasil menaklukan dan mengusir bali dari Lombok, alih alih mengalihkan kekuasaan bangsawan sasak terhadap Lombok, mereka menjadi penjajah baru terhadap sasak. belanda banyak mengambil tanah yang sebelumnya dikuasai oleh pemerintah kerajaan bali, dan memberlakukan pajak tanah yang tinggi terhadap penduduk.
Dibawah belanda, sasak mengalami kontrol dan penindasan yang lebih keji daripada penguasa pengusa sebelumnya. para pemimpin islam, tuan guru, yang sebelum kedatangan belanda telah melakukan dakwah untuk mensiarkan ajaran - ajaran islam ortodoks dikalangan wetu telu, akhirnya menjadikan islam sebagai dasar perjuangan idiologis untuk melawan penjajah belanda yang dianggap kafir. sepanjang pemerintahan colonial belanda, tuan guru mengalihkan gerakan dakwah mereka menjadi pemberontakan-pemberontakan lokal yang bernuansa idiologis islam untuk mengalahkan belanda. gerakan pemberontakan yang dilakukan oleh para tuan guru memperoleh pengikut yang meningkat, dan lambat laun mempengaruhi bangsawan sasak yang sebagian besar mendasarkan otoritas mereka dari warisan tradisional lokal. selama era kolonisasi belanda, gerakan dakwah pemimpin Tuan guru makin menigkatkan popularitas antara wetu telu dan waktu lima. Jika kelompok pertama memberikan loyalitas mereka kepada bangsawan Sasak sebagai pemimpin tradisional dan terus memuja adat lokal, kelompok kedua mengkuti Tuan Guru sebagai pemimpin keagamaan karismatik mereka, jepang menggantikan belanda di Lombok untuk satu priode yang singkat antara 1942 dan 1945. sesudah itu, selama perang kemerdekaan Indonesia, Belanda berusaha untuk menguasai kembali Lombok dan pulau-pulau Indonesia lainya, tetapi tidak berhasil. Lombok merdeka pada tahun 1946 sebagai bagian dari indnesia dan segera sesudah itu pada tahun 1950 Tuan Guru Zainuddin Abdul Majdi yang juga pemimpin nasionalis mendirikan pesantren Nahdul Waton, yang sekarang merupakan salah satu pesantren tertua di Lombok.
Pengaruh Tuan Guru telah tertanam jauh sebelum kolonosasi Blanda, khususnya dari orag-orang yang kembali dari menunaikan ibadah haji dan belajar di mekah. Diperkrnalkanya pelayaran kapal uap oleh belanda memungkinkan kalangan muslim Indonesia termansuk mereka yang berasal dari Lombok, untuk menunaikan ibadah haji ditahun-tahun awal abad ke-19, kebanyakan para jamaah hajji ini tidak lansung pulang ke Lombok, tetapi bermukim dulu selama beberapa tahun untuk belajar islam dimekah. disana mereka menyerap ajaran-ajaran dan praktek-praktek islam ortodoks, da ketika mereka akhirnya pulang kelombok, mereka mengajarkan islam ini ke penduduk lokal charisma dan status tuan guru makin berkembang seiring meningkatnya jumlah santri yang mulai mengikuti pengajian. hal demikian berlansung ketika rumah tuan gururumah tuan guru tidak bisalagi menampung jumlah pengikutnhya yuang bertambah, ia kemudian mendirikan pondok pesantren da menjalankan semua kegiatan pengajarannya disana. secara perlahan p[ondok pesantren mengorganisir sekolah sekolah pengajaran formal yang dilerngkapi dengan ruang-ruang kelas, asrama asrama mahasiswa, dan kurikulum yang meliputi mata pelajaran umum atau mata pelajaran agama. pesantren menarik siswa dari dalam maupun luar Lombok, beberapa dari mereka tinggal (mondok) sementara di pesantren sambil belajar. setelah mereka menuntskan pendidikan mereka, para siswa tersebut biasanya terjun dalam kegiatan dakwah mengajarkan islam dikampung halaman mereka, demikianlah alumni pesantren menjadi unsure penting dalam menyebarka dan menyiarkan agama ortodoks tuan gurunya kedaerah –daerah Lombok lainnuya.
Perkembangan pengaruh tuan guru, di ikuti oleh merosotnya stsatus bangsawan. banyak bangsawan wetu telu, akhirnya berpindah ke wetu lima. hanya beberapa dari mereka yang tetap mempertahankan status mereka di dalam kawasan yang terbatas. penetrasi ajaran ortodoks tuan guru yang cepat berhasil memudarkan dan akhirnya pengaruh dari system tradisional wetu telu di hampir semua kawasan Lombok, kecuali tanjung dan bayan. wetu telu yang masih ada ini, kian terpencil dari komonitas sasak yng lebih besar, dan di anggap ketinggalan zaman.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking