Yogyakarta 14 Oktober
2013
Oleh : Ahmed Suaif*
Diskusi
adalah program unggulan yang dimiliki IKADM. Tak hanya menghadirkan nara sumber
dari kader IKADM, namun juga menghadirkan nara sumber dari Luar IKADM. Program
ini merupakan program yang paling tua yang dimiliki oleh IKADM. Program ini
dilaksanakan setiap malam minggu. Yang dimana setiap sebulan sekali Devisi
Kajian Wacana dan Jurnalistik menghadirkan orang luar (luar IKADM) sebagai
narasumber atau pemateri. Patut dibanggakan.
Namun
kini kondisi sudah sedikit berbeda dari apa yang menjadi visi dan misinya.
Program ini kini seakan pakum dan menyepi. Yang datang hanya beberapa orang
saja dan bahkan hanya lima orang yang memang sering terlihat di Sekretariat.
Maka disini akan muncul berbagai macam pertanyaan yang mencuat. Kemana anggota
yang 45 orang?. Begitu banyak iming-iming yang akan keluar dari pikiran. Namun
entah apa yang menyebabkan semua ini. Mungkin karena sibuk dengan urusan
pribadi yang tak dapat ditinggalkan atau mungkin sibuk dengan urusan malam
minggu dengan sang kekasih ataupun TTM. Namun yang jelas, ini harus sesegera
mungkin untuk dievaluasi mengingat betapa pentingnya sebuah diskusi dalam dunia
pendidikan.
Jika
terus dibiarkan seperti ini, bisa jadi perogram unggulan ini akan
langsung musnah dari muka bumi IKADM. Jadi sebelum terjadi, apa salahnya jika
kita memulai lagi dengan dasar dan tingkat loyalitas yang tinggi terhadap
IKADM.
**Mahasiswa
jurusan Sosiologi Agama 2013
***Seseorang
yang sangat aktif berdiskusi Online di Kebun laras
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking