Oleh : Sapar wadi*
Hari
raya Idhul Adha adalah hari raya yang begitu banyak mengandung berkah bagi semua
umat manusia. Berkah tersebut meliputi berkah dari Tuhan Yang Maha Agung dan
juga berkah dari sesama Umat Manusia. Berkah dari Tuhan meliputi amal kebaikan
karena keikut sertaan kita untuk merayakan saudara-saudara kita yang tengah
berjuang di tanah suci untuk mencapai Ridho Ilahi, sedangkan Berkah dari sesama
akan dirasakan oleh setiap orang yang termasuk sembilan ciri-ciri orang yang
patut untuk menerima daging Kurban.
Mungkin
didaerah Lombok pada khusunya kurang untuk mendapatkan stok daging korban,
seperti yang telah terjadi dibeberapa daerah yang notabene menengah ke bawah.
Dalam perayaan tersebut hewan kurban bisa jadi ada dan bahkan tidak ada sama
sekali. Tidak seperti di daerah Yogyakarta. Daerah yang notabene berpenduduk
menengah keatas, maka wajar jika begitu banyak hewan kurban dimasjid-masjid dan
bahkan dimushallanya.
Hal
inilah yang menjadi kesempatan empuk bagi para anak perantauan yang bertempat
di daerah Yogyakarta, khusunya bagi Sahabat IKADM. Jika dipondok dulu dikenal
dengan bulan penambahan gizi pada bulan Maulid, maka kini di Jogja kita kenal
sebagai hari penambahan Gizi (hari raya Kurban).
Gimana
tidak?. Hampir disetiap masjid yang berlokasi di Yogyakarta akan menyembelih
begitu banyak hewan Kurban. Dan dari sekian banyak hewan kurban tersebut,
anak-anak perantauan yang berada disekitar masjidpun akan mendapatkan bagian
dari hewan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan kenapa hari raya kurban
dikatakan sebagai hari penambahan gizi.
Mungkin
jika kita lihat dari sudut pandang pengelihatan kita, kita tidak pernah melihat
begitu banyak hewan yang dikurbankan didaerah kita Khususnya Lombok. Sangat
jarang sekali. Dan jika ada palingan beberapa ekor saja. Dan mungkin yang
paling banyak mungkin hanya ayam saja, tidak seperti di Yogyakarta. Sekarang
saja di sebuah masjid didaerah sekretariat IKADM telah tercatat 8 ekor Sapi dan
10 ekor kambing yang siap untuk dikorbankan. Maka seperti yang dikatakan diatas
bahwasanya Mahasiswa perantauan juga mendapat jatrah daging korban.
Seperti
ritual tahunan sebelumnya saat merayakan Hari raya Idhul Adha, Sahabat IKADM
mungkin juga akan melakukan pesta bakar sate karena banyaknya stok daging yang
diterima. Hal ini terus terjadi setiap tahunnya. Maka tak salah jika Hari raya
Idhul Adha dikatakan sebagai hari penambahan Gizi... hahahahaha
**
Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam 2012
***Sosok yang penuh canda dan tawa
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking